Halaman

Sabtu, 11 November 2017

sistem pendingin air pada mobil

   
Pembakaran yang terjadi dalam slinder dapat mencapai temperator +2500 (C.Proses pembakaran ini terjadi berulang-ulang oleh karena itu kompenen engine menjadi panas untuk menjaga agar kondisi mesin tetap dapat bekerja dengan normal,kepala slinder,blok slinder,torak,mekanik katup,katup dan kelengkapannya perlu dapat pendinganan yang cukup agar,kekuatan materialnya tetap stabil).

    Pada motor bahan engine termal hasil pembakaran yang dapat di ubah menjadi energy energy mekanik hanya 25-40%.Sebagian panas diserap oleh fluida pendingin,terbawa keluar bersama-sama gas bekas,yang diserap oleh minyak pelumas,diserap oleh komponen-kompenen utama utama engine,tetapi apabila ditinjau dari segi pemanfaataan energy normal termal.Pendingin itu suatu kerugian,meski pun demikian pendingin pada motor mutlak diperlukan supaya temperatur kerja dapat dipertahankan.

Saya akan melanjutan dari postingan yang kemarin yaitu tentang pendingin
1.Sistem Pendingin Udara
    Pada system pendingin udara,panas yang di hasilkan dari pembakaran gas dalam silinder sebagian merambat melalui dinding silinder,kepal selinder dan blok silinder,yang selanjutnya ke sirip-sirip pendingin.Kemudian di serap oleh udara luar yang temperaturnya jauh lebih rendah.Kontruksi dan jumlah sirip dinding tergantung besar kecilnya mesin dan kecepatan perpindahan kalordan sirip-sirip pendingin udara.
    ð   Keuntungan Dan Kerugian Sistem PEndingin Udara
                     A.    Kontruksi mesin lebih sederhana.
                     B.     Berat mesin lebih ringan,untuk daya yang sama dengan pendingin air.
                     C.     Temperatur kerja mesin lebih cepat tercapai.
                     D.    Sistem pendingin udara lebih cocok mesin-mesin ukuran kecil.
2. Sistem Pendingin Air
         Pada system pendingin air,sebagian panas dari ruang bakar di serap oleh dinding silinder dan kepala selinder.Untuk mendinginkan slilinder-silinder pada blok motor dan pendinginan kepala silinder,di dalam blok silinder dan kepala silinder di buat tangga-tangga air pendingin,yang biasanya disebut mantel air pendingin (Water Jacket).
      Mantel pendingin dihubungkan dengan radiator oleh selang radiator,selang bagian atas untuk mengalirkan air pendingin dari mantel air pendingin ke radiator dan selang bagian bawah mengalirkan air pendingin  dari radiator ke mantel pendingin.Air yang telah panas dalam mantel air pendingin di alirkan ke radiator untuk didinginkan,sedangkan aliran udara dilakukan oleh kipas yang di putar mesin.
     Sirkulasi air pendingin pada system pendingin ada 2 macam yaitu,Sirkulasi alam (Thermosiphon) dan Sirkulasi tekanan.Sirkulasi alam bekerja berdasarkan perbedaan berat jenis air yang telah panas pada mantel air pendingin akan naik ke atas tengki air (reservoir).Air pendingin mesin yang suhunya sudah turun,akan mengalir ke blok motor,pendingin mesin yang memakai pendingin sirkulasi alam hanya di pakai pada mesin-mesin stasioner dengan beban ringan.Karena jumlah panas persatuan waktu yang dapat diserap dalam system pendingin yang memakai sirkulasi alam relatife kecil.

     Peredaran air pendingin dalam system sirkulasi tekanan pada dasarnya sama dengan sirkulasi alam,untuk memperbesar jumlah panas yang dapat diserap tiap satuan waktu sirkumulasi pendingin di percepat dengan cara memakai pompa.Pompa di tempatkan diantara radiator dengan mesin,air pendingin mengalir kedalam mesin dengan cara di sirkulasikan oleh pompa air. Air pendingin mengalir ke radiator ke mesin oleh pompa yang di teruskan kembali ke mesin,Demikianlah proses sirkulasi air pendingin.

Rabu, 08 November 2017

sejarah penemuan mesin diesel dan bensin

Sejarah Mesin Diesel
     Nama "Diesel" diberikan kepada sebuah mesin yang sesuai dengan nama penemunya, yaitu Rudolf  Christian Karl Diesel (1858-1913), seorang mekanik andal kelahiran Prancis yang besar di Jerman. Terkenal akan penemuanya, mesin diesel, Dia lahir di Paris dan meninggal secara misterius di kapal fery dalam perjalanannya ke Inggris.

Diesel mengembangkan ide sebuah mesin pemicu kompresi pada dekade terakhir abad ke-19 dan menerima hak paten untuk alat tersebut pada tahun 1893. Dia membangun prototipe yang berfungsi pada awal 1897 ketika berkerja di pabrik Man di Augsburg. Mesin diesel ini pun dinamakan untuk menghormati jasanya. Aslinya, ia bernama "mesin minyak".

Rancangan mesin Rudolf Diesel ini memiliki beberapa tujuan, antara lain:

1.                   Menaikkan efisiensi motor (efisiensi motor bensin = 30%, efisiensi motor diesel = 40-51%).
2.                   Mengganti sistem pengapian dengan sistem penyalaan sendiri, karena sistem pengapian motor  bensin pada waktu itu kurang baik.
3.                   Mengembangkan sebuah mobil yang dapat dioperasikan dengan bahan bakar yang lebih murah dari pada bensin.


 Sejarah Mesin Bensin

    
     Nikolaus August Otto (1832-1891) ialah penemu mesin pembakaran dalam asal jerman. Sebagai lelaki muda ia mulai percobaan dengan mesin gas dan pada 1864 ikut serta dengan 2 kawan untuk membentuk perusahaannya sendiri. Perusahaan itu dinamai N. A. Otto & Cie., yang merupakan perusahaan pertamanya yang menghasilkan mesin pembakaran dalam. Perusahaan ini masih ada sampai kini dengan nama Deutz AG.

Mesin Atmosfer pertamanya selesai pada Mei 1867. 5 tahun kemudian ia disusul oleh Gottlieb Daimler dan Wilhelm Maybach dan bersama mereka menciptakan gagasan putaran empat tak atau putaran Otto.

Pertama kalinya dibuat pada 1876, tak itu merupakan gerakan naik atau turun pada piston silinder. Paten Otto tak berlaku pada 1886 saat ditemukan bahwa penemu lain, Alphonse Beau de Rochas, telah membuat asas putaran 4 tak dalam selebaran yang diterbitkan sendiri. Menurut studi sejarah terkini, penemu Italia Eugenio Barsanti dan Felice Matteucci mempatenkan versi efiensi karya pertama dari mesin pembakaran dalam pada 1854 di london (nomor paten 1072). Mesin Otto dalam banyak hal paling tidak diilhami dari penemuan itu.

Mesin bensin ( mesin Otto ) dari Nikolaus Otto adalah sebuah tipe mesin pembakaran dalam yang menggunakan nyala busi untuk proses pembakaran, dirancang untuk meggunakan bahan bakar bensin atau sejenis nya.

Mesin bensin berbeda dengan mesin diesel dalam metode pencampuran bahan bakar dengan udara, dan mesin bensin selalu menggunakan penyalaan busi untuk proses pembakaran.

Pada mesin diesel, hanya udara yang dikompresikan dalam ruang bakar dan dengan sendirinya udara tersebut terpanaskan, bahan bakar di akhiri langkah kompresi untuk bercampur dengan udara yang di panaskan, pada saat kombinasi antara jumlah udara, jumlah bahan bakar, dan temperatur dalam kondisi tepat maka campuran udara dan bakar tersebut akan terbakar dengan sendirinya.

Pada mesin bensin , pada umumnya udara dan bahan bakar di campur sebelum masuk keruang bakar, sebagian kecil mesin bensin modern mengaplikasikan injeksi bahan bakar langsung ke silinder ruang bakar termasuk mesin bensin 2 tak untuk mendapatkan emisi gas buang yang ramah lingkungan. Pencampuran udara dan bahan bakar dilakukan oleh karburator atau sistem injeksi, keduanya mengalami perkembangan dari sistem manual sampai dengan penambahan sensor-sensor electronik. Sistem injeksi bahan bakar di motor otto terjadi di luar silinder, tujuannya untuk mencampur udara dengan bahan bakar seproposional mungkin. Hal ini disebut EFI.

dasar-dasar otomotif

Kita ketahui bersama bahwa roda-roda kendaraan memerlukan adanya tenaga luar yang memungkinkan kendaraan dapat bergerak serta dapat mengatasi segala kondisi dalam perjalanan. Sumber dari luar yang menghasilkan tenaga disebut mesin.  Mesin merupakan alat yang dapat merubah tenaga air, panas, listrik, uap, tenaga atom, dsb menjadi tenaga mekanik.
klasifikasi motor bakar
Mesin yang merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik disebut motor bakar (thermal engine), motor bakar dapat dikelompokkan menjadi beberapa klasifikasi.
Sebagian besar jenis kendaraan yang banyak kita jumpai termasuk dalam klasifikasi motor pembakaran dalam (internal combustion engine) dengan mesin bensin dan mesin diesel. Kedua jenis motor ini memiliki karakteristik yang berbeda.
1.    Karakteristik mesin bensin: – kecepatannya tinggi dan tenaganya besar, mudah pengoperasiannya, pembakarannya sempurna, umumnya digunakan untuk mobil penumpang dan truk yang kecil dsb.
2.    karakteristik mesin diesel: – Efisiensi panasnya tinggi, bahan bakar hemat, kecepatannya lebih rendah dibanding mesin bensin, getarannya besar dan agak berisik, harga lebih mahal, umumnya digunakan untuk kendaraan jarak jauh (kendaraan niaga, truk besar dsb.)
Mesin Bensin
Mesin bensin dikelompokkan menjadi 2 jenis mesin yaitu mesin/motor 2 tak dan mesin/motor 4 tak.

langkah kerja motor 4 tak
Motor 4 tak adalah motor dimana dalam menyelesaikan 1 sklus pembakaran memerlukan 4 kali langkah torak dengan 2 kali putaran poros engkol.
Langkah hisap:
Katup masuk terbuka, katub buang tertutup, torak bergerak dari TMA ke TMB, akibat gerakan torak menimbulkan kevakuman di dalam silinder sehingga campuran bahan bakar dan udara terhisap masuk ke ruang silinder.
Langkah Kompresi:
Katup masuk dan katup buang tertutup, torak bergerak dari TMB ke TMA, akibat gerakan torak terjadi penekanan atau kompresi campuran bahan bakar dan udara sehingga temperatur di dalam ruang bakar meningkat, sesaat sebelum torak mencapai TMA busi memercikkan bunga api.
Langkah Usaha;
Katup masuk dan katup buang tertutup, akibat percikan bunga api busi terjadi ledakan pembakaran yang menimbulkan tekanan yang menyebabkan torak bergerak dari TMA ke TMB, bergeraknya torak ke TMB meneruskan tenaga penekanan ke poros engkol.
Langkah Buang:
Katup masuk tertutup, katup buang terbuka, torak bergerak dari TMB ke TMA, akibat gerakan torak gas sisa pembakaran terdorong ke luar melalui exhouse manifol.
langkah kerja motor 2 tak
Motor 2 tak adalah motor dimana dalam menyelesaikan 1 sklus pembakaran memerlukan 2 kali langkah torak dengan 1 kali putaran poros engkol.
·         Saat torak bergerak dari TMB ke TMA: – di bawah torak terjadi penghisapan campuran bahan bakar dan udara dari karburator, diatas torak terjadi kompresi sehingga temperatur meningkat sesaat sebelum torak sampai TMA busi memercikkan bunga api.

·         Saat torak bergerak dari TMA ke TMB: – di atas torak terjadi usaha akibat terjadinya ledakan pembakaran yang diteruskan ke poros engkol, saluran buang terbuka sehingga gas sisa pembakaran keluar, rongga bilas terbuka sehingga gas baru masuk ke ruang bakar. di bawah torak saluran masuk tertutup akibat gerakan torak dari TMA ke TMA terjadi kompresi bawah yang mendorong campuran bahan bakar dan udara naik ke ruang bakar melalui rongga bilas.